Kisah Waliyullah Sayyidah Nafisah binti Hasan


Seorang waliyullah besar wanita dari Mesir, Sayyidah Nafisah binti Hasan (145 - 208 H) pada masa hidupnya selalu menghidupkan sepanjang malamnya dengan menegakkan shalat dan ibadah-dibadah lainnya. Sedangkan pada siang harinya selalu menjalankan puasa sunnah. 

Beliau menjalankan "Shaum ad-Dahri" atau Puasa Sepanjang Tahun (kecuali lima hari yang diharamkan puasa, yaitu: Hari Raya Idul Fitri tanggal 1 Syawal, Hari Raya Idhul Adha tanggal 10 Dzul-Hijjah, dan tiga hari tasyrik tanggal 11, 12, 13 Dzul-Hijjah) sampai menjelang ajalnya, yakni selama 30 tahun.

Ketika beliau mendapat isyarat tentang akan tiba masa kematiannya, beliau berinisiatif menggali lubang di dalam rumahnya untuk dijadikan sebagai kuburannya nanti. Setelai selesai menggali lubang kuburan, beliau selalu menjalankan shalat dan ibadah-ibadah lainnya di dalam lubang kuburan yang dibuatnya itu. Bahkan sampai sempat mengkhatamkan Al-Qur'an 30 juz sebanyak 6.000 (enam ribu) kali khataman. 

Menjelang tiba ajalnya dan masih dalam keadaan berpuasa, beliau membaca surat "Al-An'am". Dan ketika sampai di ayat:
لهم دار السام عند ربهم

kemudian beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir (meninggal) dan dikuburkan di kuburan yang dibuatnya sendiri yang terletak di dalam rumahnya.

{ Keterangan diambil dari ktab "Jami' Karamat al-Auliya" karya Syeikh Yusuf bin Isma'il an-Nabhani, jilid 2 halaman 509 - 512, cetakan "Darul Fikr", Beirut - Libanon}. 

Materi Kuliah: KH. Thobary Syadzily, M.Kub


Poto Makam Sayyidah Nafisah binti Hasan di Mesir

 
----



0 Response to "Kisah Waliyullah Sayyidah Nafisah binti Hasan"

Post a Comment